Kamis, 16 Oktober 2014

Ini untukmu: tentang komitmen seumur hidupmu menantang dunia. Menyadari kau bukan siapa-siapa, bukan Lucius Nero yang membakar pusat dunia demi kota impiannya, bukan Newton yang melakukannya dengan apel jatuh atau Archimides yang merubah dunia dari bak mandinya, bagaimana kau melakukan revolusimu sendiri? Jika kamera adalah mulanya, lalu ledakan idemu, pemberontakanmu, gairahmu dalam mempersoalkan realitas: menunjuk, menuduh, mencela atau mendukung badai ide dikepalamu. Biarkan karyamu menghantui siapapun dalam tidur, menjadi mimpi buruk, bukan menjadi selimut yang membuat orang hangat, Ini saatnya membuat gambar yang mendorong orang keluar dari kursi nyamannya, ketidak peduliannya, membuat orang merebut kembali segala sesuatu yang pernah diambil, tak perlu mengemis kesempurnaan, tunjukkan setiap detail kecil dari ketidakadilan, kerusakan penyalahgunaan, ketegangan mesra, menformat dan diformat, beri mereka konflik, Silang pendapat, perjuangan terhadap kepuasan, Konfrontasi, jangan biarkan seseorang membuat kameramu jinak untuk alasan apapun meski film sialan yang beredar masih seragam. Apakah aku meminta terlalu banyak darimu? dimana kau saat dunia membutuhkanmu? Mengapa kau gak menjawab panggilan dunia? bukankah kunci perubahan ada di tanganmu, melalui tindakanmu, karya-karyamu yang pada waktunya akan diangkat tinggi oleh para pengikutmu. Hidup itu sekali, maka berbuatlah sesuatu sekecil apapun yang mampu merubah arah dunia, baru setelah itu kau boleh mati.
Word by     : butuhspasi
ilustrasi by : Leo si penatap bulan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...